Lela, pecel lele gaya baru..

Jam 12.30 siang setelah menjemput Farinka, terdengar ada raungan cacing dalam perut. Ini tandanya perburuan karbohidrat segera dimulai. Dengan ZX130 BlackRed, ”sego hunting” berjalan mulus, hanya perlu 5 menit slow riding dari SD, ketika saya temukan bangunan bernuansa hijau dan kuning nan bersih. Tulisan Pecel Lele mengundang keingintahuan saya untuk mencoba rasa lele yang naik level (biasanya warung tenda pinggir jalan)

Ahay..ini dia makanan murmer nan lezat. Langsung parkir deh, kemudian masuk ke pintu, eeeii..disambut dengan koor bersama 6 karyawan ” selamat pagi..pecel lele lela ”. Aneh..jam 12.30 siang gini dibilang pagiii.

Menu didominasi lele, dari lele goreng biasa, lele berbalut tepung, fillet, lele asam manis, dan lainnya. Saya cukuplah dengan menu lele goreng biasa, plus seporsi pesanan Farinka, lele goreng tepung.

Dengan tata ruangan yang rapi, bersih dan lega, cukup nyaman menikamti makan siang ini, apalagi pelayannya gadis2 muda nan ramah. Glek!!!!

Ada hal hal unik di ”lela” ini,
1. Lela, bukan nama pemiliknya, melainkan ”lele lebih laku”. Pemiliknya sendiri adalah Rangga Umara, mantan karyawan kena PHK yang nekat buka pecel lele dengan konsep lebih modern.

2. Seluruh karyawan selalu menyambut setiap pelanggan dengan koor ” selamat pagi lele lela’. Kata kata itu aja, nggak berubah meski hari sudah siang, sore, bahkan malam!

3. Media promosi mengedapankan pelanggan, banyak dipajang foto foto pelangganya di dinding ”lela”, walau bukan artis lho!, Jadi siap siaplah anda dijepret saat makan, kemudian fot anda dipajang di dinding. Nah..anda sudah jadi artis kan..?

4. Rasa masakan standarisasi SOP, artinya tidak ada koki khusus, setiap karyawan bisa menjadi juru masak!

Harga?

Memang harga lebih mahal drpd pecel lele tenda.Kisaran selisih lebih tinggi hampir 50 persen. (yo wajar laah, wong pelayane ayu, kasire ayu, isih seger, renyah lagi!)

Nah..selesai makan tinggal ke kasir, bayar dan tiba tiba terdengar koor seluruh karyawan ” selamat jalan lele lela ”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

6 Balasan ke Lela, pecel lele gaya baru..

  1. maxsus berkata:

    podium satu daaah…
    Thread ini sama sekali bukan promosi ataupun iklan, semata mata hanya salah satu bentuk karya tulisan pemilik blogg.

  2. daerah mana tuh? penasaran

  3. maxsus berkata:

    yang aku foto, Jln Tuparev, Karawang mas, tapi ada 21 cabang di seluruh Jabodetabek.
    Matur nuwun kiye panjenengan mampir mrene nang bloggu.
    Salam seka cah Tlacap sing siki nang ngaring Krwang.

  4. BULETIN berkata:

    Perutku jd keroncongan nich, pingin makan. Tp gak pakan pecel lele, cman pecel sayur mau? He.he.he…

  5. maxsus berkata:

    den guspur: asli enak lho mas, renyah, dijodohin dengan pecel sayur bakal tambah nyuuusss,
    Guspur dari Bener yo, aku seko Tamansari,Butuh bro..hehehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s